Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
Suka
Favorit
Bagikan
#12
Seorang Bocah di Pemakaman, Seorang Istri yang Lupa Punya Suami
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator

[1] Wah, Mbak Arum senang ini, dijemput suami (bahasa Jawa)

[2] Iya ini Pak. Mencoba jualan dawet, siapa tahu laris (bahasa Jawa)

[3] Pak Jay, digandeng dong, istrinya, biar terlihat romantis (bahasa Jawa)

[4] Romantisnya waktu di rumah saja, Pak. Sekarang, siang-siang begini waktunya bekerja (bahasa Jawa).

[5] Bu, aku takziah dulu ya. Entah ini jadinya Dulrohman dimakamkan jam berapa. Mungkin jam dua (siang) atau jam empat (sore). Katanya, menunggu saudaranya yang dari Jakarta. (bahasa Jawa)

[6] Diam-diam begitu, anak itu punya kenalan yang banyak juga ya? Apakah kenalan zaman dahulu ketika namanya masih Dombret (bahasa Jawa)

[7] Bukaaan, anaknya sudah lulus SD semua, ya. Anak tetangganya mungkin (bahasa Jawa)

[8] Jay, marahin dia Jay! Tarik ke sini! Sungguh, bocah ini benar-benar aneh sekali (bahasa Jawa)

[9] Ini pemakaman partnerku lho, Mbak. Dia dulu memang pecicilan, sih. Tapi, sekarang kan setiap hari membaca Al-Qur'an. Masa' jadi seperti ini? (bahasa Jawa)

[10] Bocah ini setan? Atau iblis? Bacakan ayat kursi saja, Jay! (bahasa Jawa)

[11] Bicara apa bocah ini? Berputar-putar nggak jelas (bahasa Jawa)

[12] Lha, kok bisa mati? (bahasa Jawa)

[13] Yang namanya iblis memang seperti itu. Dari zaman dahulu sampai sekarang, hobinya tidak pernah berubah (bahasa Jawa)

[14] Sudah, Mbak. Jangan bicara lagi. Nanti aku jadi ikut menangis. Wua ha ha ha, sungguh jika dipikir, bodoh sekali ya, Mbak kita berdua ini? Orang lain takut mati, sedangkan kita malah berlari mengejar mati. Sungguh, hidup memang sungguh nelangsa (bahasa Jawa).

[15] Oh, santai saja. Anda cukup duduk saja, Tuanku. Walaupun biasanya saya pelan saat jadi sopir, saya ini aslinya mantan sopir jalur 15 yang sehari-hari ngebut, lho (bahasa Jawa).
‹ SEBELUMNYA
Titik Hidup Paling Paripurna
BERSAMBUNG . . .
Terakhir diperbarui 1 minggu 1 hari lalu
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)