Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
Suka
Favorit
Bagikan
#5
Sori, Semua yang Melihat Harus Lenyap
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
[1] Makanya, besok lagi (penumpang seperti itu) tidak usah dibawa lagi. Mbah itu memang membawa sial. Sudah tiga kali kan, (bus) jadi mogok saat melewati rel (kereta api)? Untung sekarang sudah bisa (nyala) lagi. Sudahlah, aku lapar (bahasa Jawa).

[2] Sial banget, Paaak! Yang di depan itu apa Paak? (bahasa Jawa)

[3] Santai, Santai, Mbret. Bacakan qulhu (Surat Al Ikhlas) Mbret (bahasa Jawa).

[4] Oh iya, ayat kursi. Aduh, tidak hafal (bagian) belakangnya (ayat kursi). Aduh, kok nggak hilang. Bagaimana ini, Mbret? (bahasa Jawa)

[5] Mbak, saya minta maaf, ya. Jangan mengganggu saya, ya (bahasa Jawa).

[6] Tadi itu, yang menabrak Anda bukan saya, tapi Pak Supri. Silakan ganggu saja Pak Supri (bahasa Jawa).

[7] Memang benar-benar tidak hilang, Pak (bahasa Jawa)

[8] Mas, menyingkirlah! Sebelahmu itu hantu mbak petugas halte! Itu lho, sebelahmu! Mbak itu baru saja kecelakaan tadi, baru saja beneran. Ditabrak Pak Supri dan Jay (bahasa Jawa)

[9] Iya, Pak. Yang ini tahi lalatnya di sebelah kanan, bukan kiri. Sungguh, Mbak. Kok bisa sama persis dengan mbak yang itu (bahasa Jawa).

[10] Mas, Mbak, tampaknya ada yang keliru. Mas tadi mencari mbak yang ini bukan? Bukan yang petugas halte (bahasa Jawa)

[11] Mbak petugas halte sekarang di Panti Rapih, Mas. Haltenya ditabrak temanku, Pak Supri. Yang tadi bertemu di warungnya Arum itu lho (bahasa Jawa).

[12] Bicara apakah orang itu Mas? Kok menyeramkan (bahasa Jawa).
‹ SEBELUMNYA
di Antara Mantra dan Umpatan Sia-Sia
BERIKUTNYA ›
Api Neraka untuk Seisi Dunia
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)