Cuplikan Chapter ini
Ruang tamparan Eh maksudnya kamarAsisten Lee berdiri kaku di depan pintu Map coklat di pegangnya erat sambil menunggu perintah selanjutnya Bujang lapuk yang waktunya habis diberikan untuk melayani Tuan Ken ini hanya bisa meneguk salivanya begitu melihat pemandangan menarik di depan mata Meskipun sebenarnya jiwa lelakinya mulai mengirim sinyal berbedaAlsava tak kalah malunya Kelakuan Ken memang benar-benar ingin membuatnya tak punya muka lagi Dia turun pelan beringsut sambil memegangi