Cuplikan Chapter ini
Semalam itu--untuk seorang Arik Sutiawan--bagaikan mimpi buruk Malah Arik tidak merasa kejadian Stella meneleponnya malam-malam itu sebagai sebuah kejadian di dunia nyata Sampai-sampai Arik menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pasar rawit sebelum bergegas menuju Sutiawan Soto Di dalam pasar rawit tersebut Arik membeli sebotol kopi kaleng dan beberapa buah donat dengan warna krim yang sungguh mengunggah selera Arik lalu duduk di bangku yang masih tersedia Posisinya duduk tak jauh d