Cuplikan Chapter ini
SAAT KESEMPATAN DATANG KAMI TAK LAGI RAGUKesempatan itu datang dengan sunyiTidak ada tepuk tangan Tidak ada pengumuman besar Hanya sebuah amplop cokelat yang diletakkan Pak Hadi di atas meja kerja FaridCabang baru mulai bulan depan Saya ingin kamu yang pegang operasionalnyaKalimat itu sederhana Tapi bagi Farid itu seperti pintu yang terbuka setelah sekian lama berjalan di lorong gelapIa memegang amplop itu dengan tangan sedikit gemetarPak saya belum punya pengalaman besarPa