Cuplikan Chapter ini
Sudah hampir seminggu Farid belum kembali bekerja penuh Demamnya memang turun tapi tubuhnya seperti belum menemukan tenaga untuk kembali berdiri sepenuhnya Langkahnya pelan Nafasnya belum stabil Wajahnya lebih pucat dari biasanyaDi meja kecil ruang tamu hanya tersisa beberapa lembar uang lusuh dan sekantung beras yang tinggal seperempat Angin pagi masuk lewat jendela membawa udara dingin yang mengingatkan mereka pada malam-malam sulit sebelumnyaAnisa menanak nasi terakhir pagi ituU