Cuplikan Chapter ini
Pagi itu terasa berbedaBukan karena matahari lebih terang Bukan karena udara lebih segar Tapi karena untuk pertama kalinya sejak sekian lama Farid bangun tanpa rasa takut yang menekan dadanyaIa duduk di tepi tikar memandangi Anisa yang masih tertidur dengan wajah damai Perempuan itu terlihat lebih tenang sekarang Tidak lagi menyimpan cemas di sudut matanya seperti beberapa minggu laluFarid tersenyum pelanAku tidak boleh menyia-nyiakan ini bisiknya dalam hatiHari itu ia kembali k