Cuplikan Chapter ini
Pagi itu Melodi tiba di kampus saat matahari masih malu-malu menampakkan diri Langit nampak pucat menyisakan rona keunguan yang perlahan memudar ditelan cahaya fajar Halaman kampus masih sepi hanya ada suara gesekan sapu lidi petugas kebersihan dan beberapa mahasiswa yang berjalan gontai menuju kelas memanggul tas mereka dengan bahu yang tampak berat Kesunyian ini adalah kemewahan bagi Melodisebuah jeda sebelum keriuhan akademik dimulaiDia memilih bangku kayu di bawah pohon peneduh