Cuplikan Chapter ini
Pak Sujiwo berdiri di depan kami menatap bangunan megah yang kusebut selama ini rumah Rumah tua yang terarsir bangunan Belanda Dulu papa membelinya karena mama ingin hidup anak-anaknya tak terlalu ikut anak zaman seperti di kota Jauh dari asap kenalpot jauh dari kopaja Hanya berbekal sepeda cukup untuk keliling desaMama senang sekali memiliki dua anak yang ternyata kembar Membesarkan aku dan Delon dengan penuh kasih sayang Menimangku bergantian Sampai mama kerepotan untuk menjaga ka