Cuplikan Chapter ini
Hei udah bangun sapa sebuah suara aku menatap langit-langit kamar sayup-sayup terdengar dentingan gelas dan juga sendok yang menyatu Ini bukan kamar bukan rumah kutolehkan ke arah kiri melihat punggung seorang laki-laki yang tengah menghadap ke jendela Dia Atta aku kenal suara seraknyaTak bisa kugerakan seluruh tubuhku rasanya masih sama nyeri pegal-pegal untuk tersenyum saja mulutku kaku Atta melirik dia tersenyum membawakanku teh hangat di tangannya dia menaruh di atas m