Cuplikan Chapter ini
Sembilan tahun yang lalu Aku menatap Mama yang terlihat habis menangis matanya memerah bagaikan habis memotong bawang dia tersenyum sambil mengusap-usap kepalaku dengan sayang lalu mencium lembut keningku seolah aku sedang sakit parahAku terbaring di rumah dengan demam yang belum sembuh-sembuh juga Mama terisak di tepi ranjangku dengan menggenggam tanganku erat-erat Serta merta mengusap pipiku Mama sedang berdukaKutatap kedua matanya yang cokelat terang itu banyak air mata be