Cuplikan Chapter ini
Raiyan berdiri di puncak tebing memandang cakrawala yang kini mulai diterangi cahaya fajar Angin sejuk menerpa wajahnya membawa aroma tanah basah setelah pertarungan besar yang baru saja berakhirDi belakangnya para penyihir dan prajurit yang tersisa menatapnya dengan berbagai ekspresirasa hormat ketakutan dan kekaguman bercampur menjadi satuPenyihir tua itu melangkah mendekat Kau telah membuktikan sesuatu yang selama ini kami anggap mustahil Kau mengendalikan kutukan yang telah men