Cuplikan Chapter ini
Raiyan berdiri membeku di hadapan sosok bayangan yang menyerupai dirinya Aura hitam menyelimutinya matanya merah membara seperti bara apiAku adalah kau yang seharusnya Kekuatan sejati yang selama ini kau tolak suara sosok itu bergema di seluruh kegelapanRaiyan mengangkat pedangnya Aku tidak akan membiarkanmu mengambil kendali atas dirikuBayangan itu menyeringai Benarkah Lalu kenapa kau terus menggunakan pedang ini Kau tahu setiap kali kau bertarung aku semakin kuat Kau yang memi