Cuplikan Chapter ini
Hai aku datang lagi Pemuda itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum Ia memalingkan wajahnya malu-malu Setahun berlalu dengan cepat ya Oji berjongkok dan meletakkan seikat bunga yang ia ambil dari sembarang tempat ke tumpukan tanah dengan dua buah batu di kedua ujungnya Sekarang aku sudah bisa membaca Mang Adoy menyuruhku ikut sekolah gratis di kampung sebelah Berkatmu aku berani memulai sesuatu yang kutakuti Ia mengusap-usap batu nisan di depannya Aku juga jadi b