Cuplikan Chapter ini
Rustam Kabir terus menyerang Madan dengan beringas Namun setiap serangan yang dilancarkan oleh pimpinan preman di terminal kota itu selalu saja tidak membuahkan hasil dan dapat dimentahkan dengan mudah oleh MadanLain halnya dengan orang-orang lain berada di sana yang berteriak dan menyemangati gadis cantik yang bernama Anandita itu justru meronta dan berharap perkelahian dapat dihentikan saja Tapa apalah daya gadis itu sendiri dalam keadaan terikat dan mulut yang dibekap dengan selembar