Cuplikan Chapter ini
Matahari terbit dan tenggelam bagai jam bandul semesta Detik demi detik melesat tanpa permisi membawa Segara dan Lamela menyelami babak baru kehidupan yang jauh lebih riuh sekaligus menenangkan Kehamilan Lamela mengubah atmosfer di rumah besar di desa itu menjadi sebuah ruang penuh kehangatan yang pekat Ada haru yang senantiasa mengambang di udara dan ada tawa yang selalu siap meledak di setiap sudut ruanganSiang itu hawa sejuk khas pedesaan berembus melewati jendela kayu yang terbuk