Cuplikan Chapter ini
Maira menghela napas panjang saat menatap pantulan dirinya di cermin Meski sudah memulas bedak setebal mungkin sembab di matanya tetap tak bisa disembunyikan Rasa perih di matanya seolah menjadi pengingat abadi akan kejadian semalamPasrah dengan keadaan Maira memutuskan keluar dari kamar Di dapur ia mendapati Ibunya Bu Ai sedang sibuk di depan kompor sementara Husainadiknyatengah asyik melahap sarapan di meja makanMata kamu kenapa Mai Kok bengkak begitu tanya Bu Ai seketika sa