Cuplikan Chapter ini
Pukul dua dini hari adalah sebuah kanvas biru tua yang dibasahi embun di mana sunyi bukan berarti mati melainkan sebuah jeda sebelum hiruk-pikuk kota kembali menderu Di kamar mess yang bersahaja itu alarm di ponsel Rinda bahkan belum sempat berbunyi ketika kelopak matanya terbuka dengan sendirinya Tubuhnya seolah memiliki jam biologis yang tertanam sejak tahun-tahun panjang ia tinggal bersama neneknya di Serangsebuah disiplin yang lahir dari kebiasaan menyiapkan diri sebelum dunia benar