Cuplikan Chapter ini
Terminal Pasir Hayam menyambut Rinda dengan debu yang beterbangan dan aroma solar yang khas namun bagi Rinda udara di sini terasa jauh lebih ringan daripada oksigen yang ia hirup di Serang Ada semacam gravitasi emosional yang selalu menariknya kembali ke Cianjur tempat di mana kemiskinan setidaknya tidak dibalut dengan kemunafikanRinda turun dari angkot biru menyusuri gang Kartini dengan langkah yang lebih mantap Di tangannya sebuah tas punggung berisi seluruh dunianyapakaian laptop