Cuplikan Chapter ini
Langkah Ustad Rizki terhenti di depan rumah itu Rumah seorang hamba yang dulu sering datang berjamaah di awal waktuKini pintunya setengah terbuka dan isak tangis yang memecah keheningan membuat udara di dalam rumah sesakPelan Ustad datang mendekatDi ruang tamu ibu nuraini duduk di sofa bersandar memeluk putranya FajrinFajrin si sulung tubuhnya bergetar menahan marah sedangkan Rahman si bungsu wajahnya basah namun sorot matanya tajamUstad Rizki duduk di depan mereka bertiga ia men