Cuplikan Chapter ini
Angin Bandung sore ini terasa begitu dingin Tapi dinginnya tak sebanding dengan apa yang kini bersemayam di dada AudreyIa melangkah masuk ke restoran dengan langkah yang terlalu tenangterlalu sempurna untuk menyembunyikan badai yang berkecamuk di dalam dirinya Di sudut ruangan seorang pria yang dulu begitu ia kenal kini menunggunya dengan wajah yang entah kenapa terlihat penuh harapanSetiap gerakan yang Audrey buat terasa terukur Duduk di hadapan pria itu tanpa ekspresi tanpa embu