Cuplikan Chapter ini
Metta menelusuri lembaran-lembaran album foto lama yang tersimpan di sudut lemarinya Jemarinya menyentuh setiap gambar dengan hati-hati seolah ingin menggali kembali kenangan yang telah lama tertimbunDi foto pertama ia melihat dirinya tertawa lebar berdiri di antara teman-teman geng-nyasebuah masa yang dulu terasa begitu abadi Kamera itu milik Zidan dan ia masih ingat betul bagaimana mereka berempat begitu dekat Tapi kini persahabatan mereka telah berubah menjadi puing-puing yang