Cuplikan Chapter ini
Rosa masih menangis sepanjang perjalanan Bahunya berguncang pelan sementara matanya terus menerus menatap jendela seolah mencari sesuatu yang bisa menahan air matanya agar tidak jatuh lebih derasDrei hanya bisa diam mencoba memahami meski segalanya terasa begitu membingungkan baginya Ia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pergi ke rumah adiknya takut kalau-kalau Zidan mendadak menghampiri merekaBu kenapa kita gak pulang ke Bandung aja tanya Drei akhirnyaNamun Rosa meng