Cuplikan Chapter ini
Sudar berdiri menanti di pinggir jalan dekat mulut gang dia melihat Raka dan Sundari berjalan bak pengantin baru begitu lengket dan mesraHelaan napas Sudar terdengar berat merasa tawa dan canda dari adik dan iparnya itu bagai sembilu mengiris hatinya Mereka bercanda ria tanpa tahu kejadian apa semalam Pesan tak dibalas sekedar dua centang biruHabis dari mana kalian pagi baru pulang tegur Sudar dinginRaka dan Sundari berhenti berjalan kepala mereka yang setengah tertunduk tadi kin