Cuplikan Chapter ini
Sore yang pekat memayungi langkah kaki Raka menuju rumah Wajahnya membeku teringat ancaman Mamat tadi di telepon Tapi saat dia mencoba menelepon balik saat baterai di ponsel cukup Mamat tak bisa dihubungi selalu sibukSampai Raka lelah dia pun memutuskan tak lagi mencari Mamat via telepon Besok saja di hari sabtu dia ke rumah MamatSepanjang hari ini Raka tak sendiri merasakan hatinya galau alam pun sama mendung sepanjang hari dan anehnya sama sekali tak memuntahkan hujanRaka berhent