Cuplikan Chapter ini
Sebuah pagi memudar oleh halimun dari hujan yang menderu kala malam Dari kejauhan sang surya masih berkelumbun selimut mendung Lagi dan lagi seolah di permainkan alam air sungai naik dan mulai merembesi pelataran dua desa yang masih luka oleh lubang dan bekas banjir tempo laluPada sudut emperan rumah bersandar satu tiang Pak Mukhtar tanpa bersemangat meneruskan beberapa sulatan hulu mandau Dia terpekur sambil menghisap rokok Harapannya mungkin itu bisa meredakan kecamuk hati yang men