Cuplikan Chapter ini
Sebuah warung di tepian jalan utama dengan saksi pada deru mobil dan tronton serta suara musik dari speaker murah tampak meremang romantis mendekati tengah malam Lenggokan pemandu karaoeke seolah wedana bertubuh rapat dan daging padat menari lalu menggoda para jejaka hingga manula dengan desir suara bak pukat menjaring mangsa Makin larut makin gila mungkin begitulah rutinitas tiap malam dari deretan warung-warung ini Tak peduli siuran angin kencang karena los hutan akibat galian tambang at