(22) Moghas
Moghas adalah nama dari sebuah kawasan gurun bersalju yang mahaluas dan besar yang berbatasan dengan wilayah paling utara negeri Haaras, tepatnya di sebelah utara wilayah bagian Mothai. Kawasan gurun salju ini dihuni oleh banyak suku liar yang memiliki perangai barbar, sadis, dan dikenal tidak beradab. Kawasan besar Moghas dan kawasan negeri Haaras sendiri dibatasi oleh sebuah dinding raksasa yang sengaja dibangun oleh pemerintah Haaras sejak dahulu kala. Dinding ini dijaga oleh para prajurit yang ditugaskan langsung dari istana Lakhsa.
(23) sabian
Sabian merupakan salah satu senjata khas dari wilayah Zavana, baik Zavana Timur maupun Zavana Barat. Senjata ini menyerupai tombak panjang, di mana mata tombaknya dapat ditembakkan menuju sasaran yang dikehendaki oleh si pengguna senjata. Tombak sabian umumnya digunakan oleh pasukan elit angkatan udara, yakni para prajurit penunggang burung Gorda yang dimiliki oleh istana-istana di kawasan Zavana secara umum. Para prajurit tersebut umumnya menggunakan tombak sabian dalam peperangan udara.
(24) Althamis
Althamis merupakan gelar tertinggi di kalangan keprajuritan negeri Haaras. Gelar ini setara dengan jabatan panglima perang atau komandan batalion. Seorang pemangku gelar Althamis mulanya mengawali karir sebagai prajurit biasa yang kemudian ditunjuk oleh para perwira intelijen Arthemis untuk memimpin pasukan.
(25) Shaizan
Shaizan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut para pemeluk agama Shaizana, agama yang dipeluk mayoritas rakyat Haaras. Pada konteks yang lain, istilah Shaizan juga lazim digunakan untuk menyebut kuil tempat peribadatan para penganut Shaizana, serta kitab-kitab keagamaan mereka.
(26) Gorda
Gorda adalah salah satu satwa endemik Haaras berwujud burung raksasa yang hanya berkembang biak di wilayah besar Zavana, di sisi selatan negeri Haaras Raya. Satwa berjenis unggas ini lazimnya hidup di kawasan pegunungan atau perbukitan.
Kaum Dinar dan Zavara, dua kaum yang memiliki kemampuan alamiah mengendarai burung Gorda, membangun sejumlah tempat penangkaran untuk memelihara satwa unggas raksasa ini. Kedua kaum tersebut lantas menjadikan burung-burung Gorda piaraan mereka sebagai hewan tunggangan untuk para prajurit elit mereka di medan pertempuran.