Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Genderang Khatulistiwa
Suka
Favorit
Bagikan
#5
4. Kesatria Berzirah Pualam
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
(22) Moghas

Moghas adalah nama dari sebuah kawasan gurun bersalju yang mahaluas dan besar yang berbatasan dengan wilayah paling utara negeri Haaras, tepatnya di sebelah utara wilayah bagian Mothai. Kawasan gurun salju ini dihuni oleh banyak suku liar yang memiliki perangai barbar, sadis, dan dikenal tidak beradab. Kawasan besar Moghas dan kawasan negeri Haaras sendiri dibatasi oleh sebuah dinding raksasa yang sengaja dibangun oleh pemerintah Haaras sejak dahulu kala. Dinding ini dijaga oleh para prajurit yang ditugaskan langsung dari istana Lakhsa.

(23) sabian

Sabian merupakan salah satu senjata khas dari wilayah Zavana, baik Zavana Timur maupun Zavana Barat. Senjata ini menyerupai tombak panjang, di mana mata tombaknya dapat ditembakkan menuju sasaran yang dikehendaki oleh si pengguna senjata. Tombak sabian umumnya digunakan oleh pasukan elit angkatan udara, yakni para prajurit penunggang burung Gorda yang dimiliki oleh istana-istana di kawasan Zavana secara umum. Para prajurit tersebut umumnya menggunakan tombak sabian dalam peperangan udara.

(24) Althamis

Althamis merupakan gelar tertinggi di kalangan keprajuritan negeri Haaras. Gelar ini setara dengan jabatan panglima perang atau komandan batalion. Seorang pemangku gelar Althamis mulanya mengawali karir sebagai prajurit biasa yang kemudian ditunjuk oleh para perwira intelijen Arthemis untuk memimpin pasukan.

(25) Shaizan

Shaizan adalah istilah yang digunakan untuk menyebut para pemeluk agama Shaizana, agama yang dipeluk mayoritas rakyat Haaras. Pada konteks yang lain, istilah Shaizan juga lazim digunakan untuk menyebut kuil tempat peribadatan para penganut Shaizana, serta kitab-kitab keagamaan mereka.

(26) Gorda

Gorda adalah salah satu satwa endemik Haaras berwujud burung raksasa yang hanya berkembang biak di wilayah besar Zavana, di sisi selatan negeri Haaras Raya. Satwa berjenis unggas ini lazimnya hidup di kawasan pegunungan atau perbukitan.

Kaum Dinar dan Zavara, dua kaum yang memiliki kemampuan alamiah mengendarai burung Gorda, membangun sejumlah tempat penangkaran untuk memelihara satwa unggas raksasa ini. Kedua kaum tersebut lantas menjadikan burung-burung Gorda piaraan mereka sebagai hewan tunggangan untuk para prajurit elit mereka di medan pertempuran.
‹ SEBELUMNYA
3. Gelombang Laut Selatan
BERSAMBUNG . . .
Terakhir diperbarui 2 jam 25 menit lalu
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)