(14) Saikh
Dalam ajaran agama Shaizana yang dipeluk oleh mayoritas rakyat Haaras, Saikh adalah gelar yang diberikan khusus oleh Khalefa kepada para pemuka agama Shaizana yang dipandang memiliki pemahaman dan kebijaksanaan agama yang tinggi. Para pemangku gelar Saikh dikenal sebagai orang-orang suci istana dan secara strata politis memiliki posisi yang hampir setara dengan Khalefa sebagai kepala negara.
(15) Khalefa
Dalam novel ini, negeri Haaras dibangun dengan tatanan sistem pemerintahan monarki demokrasi. Khalefa merupakan gelar tertinggi yang setara dengan raja atau presiden, yakni sebagai kepala negara. Di Haaras, seorang Khalefa dipilih lewat jalur pemilihan yang melibatkan konstituen, yakni para pemimpin atau perwakilan dari kedelapan provinsi. Seorang Khalefa yang terpilih akan menjabat hingga akhir hayatnya sebelum kemudian Khalefa berikutnya akan kembali dipilih lewat jalur yang sama.
(16) Azza
Azza adalah sebuah kawasan pedesaan yang terletak di provinsi Bordakh di sebelah barat negeri Haaras. Desa yang terletak di ujung barat provinsi Bordakh ini dikenal sebagai penghasil susu sapi terbesar di seantero Haaras Raya.
(17) Fathi
Dalam tatanan sistem pemerintahan negeri Haaras, Fathi merupakan gelar tertinggi kedua di bawah Khalefa, dan berfungsi sebagai penasihat utama bagi seorang Khalefa terpilih, atau setara dengan jabatan Perdana Menteri. Sebagai sosok yang memiliki otoritas tertinggi, seorang Khalefa terpilih berhak menyematkan gelar Fathi kepada seseorang yang ia kehendaki. Selain bertugas menjadi penasihat utama, pemangku gelar Fathi juga memiliki otoritas sebagai kepala pemerintahan yang mengendalikan kebijakan meskipun keputusan akhir tetap ditentukan oleh Sang Baginda Khalefa terpilih.
(18) Palada
Palada adalah nama sebuah pulau besar yang berada di provinsi Kepulauan Timur.
(19) Arthemis
Arthemis merupakan gelar setara perwira militer yang diberikan oleh Khalefa kepada orang-orang yang dipercaya sangat cakap untuk urusan intelijen negara. Biasanya, orang-orang yang diberikan gelar ini adalah para mantan panglima perang (Althamis) yang dianggap berprestasi selama masa pengabdian mereka di bidang militer. Namun, seorang Khalefa tetap memiliki hak prerogatif untuk menyematkan gelar Arthemis kepada orang-orang tertentu di luar dunia militer jika orang-orang tersebut dianggap kompeten.
(20) Dinar
Dinar adalah nama dari salah satu kaum atau suku bangsa yang mendiami salah satu wilayah Haaras, lebih tepatnya yang saat ini dikenal dengan nama provinsi Zavana Barat. Menurut sejarah, kaum Dinar merupakan salah satu dari dua kaum di negeri Haaras yang memiliki kemampuan alamiah menjinakkan burung-burung Gorda, satwa unggas raksasa yang merupakan endemik asli dari wilayah besar Zavana di belahan selatan negeri Haaras Raya.
(21) Zavara
Zavara adalah nama dari salah satu kaum atau suku bangsa yang mendiami salah satu wilayah Haaras, lebih tepatnya yang saat ini dikenal dengan nama provinsi Zavana Timur. Bersama kaum Dinar dari Zavana Barat, kaum Zavara juga memiliki kemampuan alamiah menjinakkan burung-burung Gorda. Menurut sejarah, ketika negeri Haaras belum berdiri sebagai pemerintahan bersama, kaum Dinar dan Zavara kerap terlibat peperangan selama turun-temurun. Dua kaum ini dikenal sebagai yang terkuat di tanah Haaras karena memiliki armada penunggang burung Gorda.
(22) Rhavatra
Rhavatra merupakan sebuah ilmu sihir kuno yang dulunya dikuasai oleh nenek moyang kaum Kashef (penyihir). Orang-orang yang menguasai ilmu ini memiliki kekebalan terhadap senjata tajam dan panas api. Menurut dongeng yang berkembang, konon para Kashef yang menguasai ilmu ini baru bisa mati sepenuhnya jika kepalanya dipenggal dan dikuburkan terpisah dari tubuhnya.