Halaman ini mengandung Konten Dewasa. Jika usia kamu dibawah 18 tahun, mohon untuk tidak mengakses halaman ini
Fitur ini untuk akun Premium
Upgrade ke premium untuk fitur lengkap Kwikku
Baca karya premium
Lebih banyak diskon
Fitur lebih banyak
Waktunya berkarya
Jangan tunggu nanti tapi sekarang. Hari ini menentukan siapa kamu 5 sampai 10 tahun kedepan
Hallo Author
Kunjungi halaman author untuk memublikasikan karyamu di Kwikku, mulai dari Novel, Webtoon, Flash Fiction, Cover Book, dan Skrip Film
Kami mencoba menghargai author dari tindakan "Pembajakan", dan kami juga mengharapkan Anda demikian
Paket Berlangganan
Dengan menjadi bagian dari pengguna berlangganan. Kamu bisa mengakses berbagai manfaat yang kami berikan. Selain itu kamu juga bisa membaca ribuan cerita berbayar (yang berpartisipasi) tanpa perlu biaya tambahan
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi Kwikku...
Unduh kwikku untuk akses yang lebih mudah
Scan untuk mengakses karya atau profil secara langsung.
Pemilihan Khalefa (raja) ke-22 bakal dihelat meriah di ibukota negeri Haaras, Lakhsatra, pasca wafatnya Baginda Khalefa ke-21, Gharda Othama. Seluruh Malek penguasa kedelapan provinsi negeri Haaras Raya diundang ke ibukota untuk mengirim kandidat masing-masing.
Sebelum agenda utama digelar, Fathi (perdana menteri) Arthameda Dinares beserta jajaran petinggi Dewan Khoma sepakat menggelar arena perlombaan untuk memeriahkan acara. Peserta dari arena perlombaan itu sendiri adalah perwakilan dari kedelapan provinsi yang turut hadir ke ibukota.
Ketika semua mata tertuju pada kemeriahan di ibukota, sebuah malapetaka mengintai di belahan selatan. Para warga sipil di wilayah pesisir semenanjung Zaltan tiba-tiba diserang oleh sekawanan Khauk, kadal raksasa pemangsa daging, yang menerobos dinding karang laut Asghara. Demi mengamankan keadaan, Althamis Dorgha Marhem diutus diam-diam bersama segelintir pasukan khusus penunggang burung Gorda untuk terbang menuju pesisir selatan.
Novel ini adalah fiksi sejarah alternatif tentang romantisme kejayaan nusantara di masa lalu yang konon pernah memiliki peradaban paling tinggi di muka bumi.