Cuplikan Chapter ini
Malam itu udara di kamarnya lebih dingin dari biasanya Langit di luar jendela pekattanpa bintang tanpa gema lampu kota Awan hujan yang tertinggal menggantung seperti sisa tangisan yang belum selesai Seolah langit pun memilih diam bersimpati pada kegelisahan Lucas yang tak bernamaMeski pemanas ruangan menyala dengan suhu rendah namun peluh mengalir di pelipisnya Napasnya berat tubuhnya menggigil dalam kesunyian yang tak bisa ia namai Seperti terjebak di antara dua musim panas da