Cuplikan Chapter ini
Udara pagi menyelinap masuk lewat jendela kecil yang terbuka setengah Di dalam kamar Isaac bau antiseptik bercampur samar dengan aroma kayu tua Ruangan itu hening Terlalu hening Bahkan nafas pun seolah segan bersuaraElysia berdiri di ambang pintu menggenggam bagian dalam baju hangatnya seperti seseorang yang tak tahu harus meletakkan hatinya di manaIsaac duduk bersandar di tepi ranjang Bahunya lebih sempit dari yang Elysia ingat Matanya sayu wajahnya tirus dan kulitnya pucat Gari