Cuplikan Chapter ini
Musim hujan hampir berlalu Udara di Kopitaloka mulai lebih ringan jendela-jendela kayu dibuka sedikit lebih lebar membiarkan angin sore mengalir masuk bersama aroma kopi yang akrabHari itu tidak ada hujan hanya langit kelabu yang melunak perlahan Seperti hati seseorang yang pelan-pelan berhenti memberontak berhenti bertanyaEgi berjalan dari balik bar membawa secangkir kopi spesial Ia tahu benar pesanan itu Flat White tidak terlalu manis dengan sedikit sentuhan kayu manis di busa