Cuplikan Chapter ini
Angin sore menyapu halaman kastil Min membawa aroma dingin dari pegunungan Langit memerah seperti menyimpan isyarat bahaya Jinni berdiri di tengah halaman luas itu sendirian tegak namun hatinya penuh luka yang tak terlihatDi hadapannya berdiri orang yang paling membuatnya takut sekaligus orang yang paling menghancurkan dunia Min Han kakeknyaOrang Tua itu memandang Jinni dengan mata yang sulit dibaca antara sayang marah dan takut kehilangan kekuasaannyaJinni menarik napas panjang