Cuplikan Chapter ini
Angin malam menyapu lembut sisa asap dari ruangan kenangan yang baru saja Jinni hancurkan Udara di kastil itu dingin tapi tidak sedingin hati Jinni yang kini dipenuhi rasa kehilangan yang tak dapat dijelaskan kata-kataSetelah semua yang ia lihat semua kebohongan semua kenangan kelam yang tersisa dalam dirinya hanyalah kerinduanKerinduan yang membebani dadanya seperti batu besar yang tak bisa diangkat Rindu yang MenyesakkanJinni duduk sendiri di sebuah balkon kecil yang menghadap lemb