Cuplikan Chapter ini
Richa selalu tahu perasaannya salahKesadaran itu tidak datang belakangan tidak tumbuh perlahan Ia sudah tahu sejak awalsejak pertama kali dadanya bergetar bukan karena kagum biasa melainkan karena sesuatu yang lebih dalam dan lebih berbahayaDan justru karena ia tahu ia memilih diamPagi itu Richa bangun dengan perasaan berat Cahaya matahari menembus jendela kamarnya jatuh tepat di wajahnya Ia menutup mata kembali berharap bisa menghindari pikiran yang sudah menunggu sejak semalam