Cuplikan Chapter ini
Malam Minggu pukul sembilanAtap gedung kantor Lentera Media malam itu diselimuti oleh hembusan angin sejuk yang tenang Di bawah sana kerlip lampu-lampu pencakar langit kota Jakarta membentang luas bagaikan hamparan lautan bintang di atas kain beludru hitamMikaela berdiri di dekat pagar pembatas rooftop mengenakan sweater rajut longgar berwarna krem favoritnya Di kedua telapak tangannya bertengger sebuah cangkir gerabah sederhana berisi kopi hitam hangat tanpa gula buatan tangan sendiri