Cuplikan Chapter ini
Kamar kosan Mika malam itu mendadak tampak seperti markas perencanaan operasi rahasia tingkat tinggiLantai kamarnya dipenuhi lipatan kertas draf lukisan yang diremas serta cangkir kopi sachet ketiga yang sudah dingin Di atas kasur Mika berjalan bolak-balik dengan langkah gusar menepuk-nepuk jidatnya sendiriGimana bisa begini sih gerutu Mika histeris pada dinding kamar Gue bilang gue lagi di Bandung biar Pak Kenan berhenti ngerjar gue tapi cowok kaku itu malah nekad mau nyusul ke B