Cuplikan Chapter ini
TITAH SANG DIKTATORDi puncak Menara Pusat yang dingin jauh di atas jeritan rakyat Nexus primeyang tertindas Vorn Killian berdiri mematung di balik jendela kaca antipeluru yangluas Cahaya dari anomali atmosfer Astrael yang mulai memerah memantul dikepalanya yang pelontos menciptakan siluet yang menyeramkan seperti dewaperang kuno yang sedang menatap kehancuran ciptaannyaDi belakangnya meja holografik raksasa memproyeksikan dua bola dunia yangberputar lambat Astrael yang biru kehijauan