Cuplikan Chapter ini
Kabar yang disampaikan Tatang membuat tubuh Asih seketika lunglai Harapan demi harapan yang dia untai sejak dalam perjalanan tadi sirna sudah Tubuhnya seolah kapas yang tersiram air Hanya gumaman lirih yang terdengar dari mulutnya Tuan Suara itu terdengar sangat menyakitkan diantara tatapan sendunya mengikuti pergerakan Pieter yang berlari memasuki rumahIni yang terbaik buat kamu Suara Mintarsih menyeruak diantara semilir angin menyakitkan yang dirasakan Asih Perempuan itu ta