Cuplikan Chapter ini
Sahroji berjalan memasuki pekarangan rumah sambil tersenyum bahagia Dia sudah membayangkan berapa uang yang akan dia dapatkan jika Asih sudah resmi dia serahkan ke tangan Nyonya LauwTamiiim EndaaaDari kolong rumah panggung muncul dua kepala anak kecil yang takut-takut melihat ke arah Sahroji Tamim dan Enda memang kerap menghabiskan waktu bermainnya di kolong rumah di cuaca panas seperti ini Keduanya mencari binatang undur-undur dan mengadunyaKesini kalianTamim dan Enda mala