Cuplikan Chapter ini
Cornelia menghela nafas resah sambil memegang surat dari Zending Hospitaal Immanuel yang baru saja selesai dibacanya Dadanya terasa sesak Ingin sekali dia berteriak untuk meluapkan kemarahannya pada dunia Tapi untuk apaIni tidak adil Ini tidak adilSayup-sayup terdengar suara mobil menepi Biasanya Cornelia begitu bahagia mendengar suara mobil itu Kemudian bergegas keluar dari kamarnya untuk mencari tahu siapa yang datang Tapi kali ini tidak dia lakukanPerempuan cantik jeli