Cuplikan Chapter ini
Kobe Ketika saya membuka pintu kamar suara samar-samar televisi dari ruang tamu masih terdengar Ada aroma teh hangat yang tertinggal di udara bercampur dengan wangi pelembut kain dari pakaian yang baru dijemur sore tadi Kipas angin di kamar berputar cepat membuat udara malam itu terasa lebih dingin Namun mata saya terbelalak saat melihat Mira Dia berdiri di depan cermin dengan gaun ketat berwarna merah muda yang menonjolkan perut buncitnya Belahan gaunnya terlihat terlalu tinggi