[1] Villa de Rust: Nama kediaman privat Devries yang terletak di kawasan paviliun eksklusif, terpisah jauh dari kompleks utama Wisma Wastu Dietrich. De Rust dalam bahasa Belanda berarti "Ketenangan" atau "Istirahat", yang sengaja disematkannya untuk mencerminkan fungsi kediaman itu—tempat pelarian dari hiruk-pikuk beban politik sebagai suksesor.
[2] Stoomtram: trem uap
[3] Darmo Boulevard (Darmo-buurt): Kawasan perumahan elite baru di selatan Surabaya yang dikembangkan pada awal abad ke-20 dengan konsep Tuinstad (Kota Taman). Kawasan ini dirancang untuk pejabat tinggi dan pengusaha kaya, menawarkan privasi dan asri yang jauh dari polusi industri di pesisir utara Surabaya.
[4] Neo-Palladian: Gaya arsitektur klasik yang terinspirasi dari desain Andrea Palladio (arsitek Italia), menekankan pada simetri, proporsi yang sangat teliti, dan penggunaan pilar-pilar besar (pedimen); sehingga memberikan kesan keagungan yang kaku dan formal, sangat cocok dengan citra monokrom yang dingin.
[5] Wisma Wastu: Gabungan dari bahasa Sanskerta; veśma (kediaman/istana) dan vastu (sesuatu yang nyata/arsitektur/lingkungan binaan). Dalam konteks ini, istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada kompleks hunian besar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol kemapanan struktur dan martabat keluarga yang menempatinya.
[6] Hoogere Burgerschool te Soerbaja: HBS di Surabaya adalah sekolah berkurikulum setara dengan gabungan SMP dan SMA dengan masa studi total lima tahun dan berbahasa pengantar Belanda, yang diperuntukkan bagi kalangan elite Eropa, Belanda, Tionghoa, dan pribumi priayi terkemuka.
[7] Willemsplein: Pusat administrasi dan bisnis utama di Surabaya Utara (sekarang dikenal sebagai kawasan Taman Jayengrono (di depan Jembatan Merah Plaza/JMP)). Menjadi lokasi segitiga emas kolonial yang bertempat tepat di alun-alun utama di pusat kota bawah (Benedenstad) yang dikelilingi oleh gedung-gedung prestisius milik perusahaan ekspor-impor dan perbankan internasional; sehingga menjadi simbol supremasi ekonomi Belanda di Jawa Timur.
[8] Roode Brug (Jembatan Merah): Landmark ikonik Surabaya yang membentang di atas Kalimas, merupakan lokasi titik temu antara kawasan pemukiman Eropa (Willemsplein) dengan pemukiman Timur Asing dan Pribumi. Di sekitar jembatan inilah pusat persuratkabaran dan perbankan kolonial berdiri.
[9] Sikatanstraat (Jalan Sikatan): Koridor jalan kaku yang terletak tepat di selatan koridor utama Willemsplein. Di masa kolonial, area ini bertindak sebagai kawasan ring satu yang eksklusif karena mempertemukan kompleks hunian megah para elitis Eropa dengan pusat saraf keamanan kota bawah (Benedenstad).
[10] Hoofdbureau van Politie: Markas Besar Kepolisian Kolonial (sekarang Polrestabes Surabaya) yang terletak di Jalan Sikatan, merupakan pusat komando aparat kepolisian yang bertugas melakukan interogasi, mengeluarkan surat perintah penangkapan, serta menjadi tempat penahanan awal atau lokasi jurnalis menyerahkan diri saat tersandung kasus hukum kolonial.
[11] Stoikisme (Stoicism): aliran filsafat Yunani-Romawi kuno di mana kebahagiaan sejati dicapai melalui pengembangan moral pribadi, ketenangan pikiran (ataraxia), dan pemahaman atas dikotomi kendali—memisahkan hal yang bisa diubah (pikiran dan tindakan sendiri) dengan hal yang berada di luar kendali (tindakan orang lain atau takdir).
[12] altijd in de schaduw van haar oudere broer: Selalu dalam bayang-bayang Kakak laki-lakinya.
[13] Europeesche Lagere School (ELS): Sekolah Dasar Eropa dengan masa tempuh studi selama tujuh tahun, yang diperuntukkan untuk kalangan elite; baru setelah itu dilanjutkan ke jenjang sekolah menengah seperti HBS.