Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
SCRIPT THAWIYYAH
Suka
Favorit
Bagikan
1. Bagian tanpa judul #1
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

THAWIYYAHScreenplay Film PanjangAdaptasi Drama Romantis Religi


TAGLINE

"Kadang cinta tidak meminta untuk ditunggu, tetapi diperjuangkan hingga benar-benar pulang."


GENRE

Drama Romantis Religi • Emotional Romance • Slice of Life


TONE FILM

Puitis, hangat, emosional, sederhana namun kuat.

Nuansa visual seperti perpaduan film rural Indonesia dan drama romantis surat-menyurat.

Referensi rasa:

Habibie & AinunTenggelamnya Kapal Van Der WijckNanti Kita Cerita Tentang Hari IniLayangan Putus (emosional dialog)


LOGLINE

Tha dan Wiy menjalin cinta selama bertahun-tahun melalui surel karena dipisahkan jarak dan pekerjaan. Ketika keraguan mulai tumbuh dan cinta terasa semakin tidak realistis, keduanya hampir menyerah. Namun sebuah keputusan besar membuat Tha pulang untuk membuktikan bahwa cinta sejati bukan sekadar kata-kata—melainkan keberanian untuk datang dan mengetuk pintu.


SINOPSIS

Di sebuah kampung kecil bernama Kampung Sepakat, hidup seorang perempuan ceria bernama Wiy. Ia jatuh cinta kepada Tha, lelaki muda dari Kampung Segenap yang bercita-cita menjadi penulis besar.

Hubungan mereka tumbuh bukan melalui pertemuan, melainkan lewat surel-surel panjang yang romantis, lucu, dan penuh filosofi sederhana tentang kehidupan.

Namun waktu mengubah segalanya.

Tha merantau ke kota dan tenggelam dalam pekerjaannya sebagai editor naskah. Wiy mulai merasa hubungan mereka hanyalah dunia fiksi yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Keraguan berubah menjadi perpisahan.

Hingga akhirnya, ketika semua tampak benar-benar berakhir, Tha memutuskan pulang.

Bukan untuk mengirim surel.

Bukan untuk memberi janji.

Tetapi untuk datang langsung mengetuk pintu rumah perempuan yang dicintainya.


KARAKTER UTAMATHA

Usia 21 tahun.

Pendiam, cerdas, puitis, dan terlalu banyak berpikir.

Bekerja sebagai editor di penerbit buku.

Mencintai kata-kata tetapi sering gagal mengungkapkan perasaan secara nyata.

WIY

Usia 23 tahun.

Ceria, lucu, lembut, emosional.

Perempuan kampung yang sederhana tetapi sangat dewasa dalam mencintai.

Ia percaya cinta harus dibuktikan.

IBU THA

Lembut dan bijak.

Selalu memahami isi hati anaknya.

AYAH WIY

Tokoh kampung yang disegani.

Bijaksana namun humoris.

IBU WIY

Hangat dan penyayang.

Diam-diam selalu mendukung hubungan Tha dan Wiy.

RAKA

Teman kerja Tha.

Realistis dan sering menyadarkan Tha.

OPENING FILMSCENE 1EXT. STASIUN KECIL – SENJA

Kabut tipis.

Kereta perlahan bergerak meninggalkan stasiun.

Di dalam kereta, seorang lelaki muda duduk di dekat jendela.

Dialah THA.

Tatapannya kosong.

Di tangannya ada cincin kecil dan print out surel.

SUARA WIY terdengar sebagai voice over.

WIY (V.O.)

“Cinta tidak selalu memenuhi harapan. Ada kalanya ia mengecewakan.”

Tha memejamkan mata.

CUT TO BLACK.

Muncul judul besar:

THAWIYYAH

Musik piano lembut masuk perlahan.

BABAK 1AWAL CINTASCENE 2EXT. TABLIG AKBAR – SORE

Ribuan orang berkumpul.

Suara selawat menggema.

Anak-anak berlarian.

Pedagang kecil menjajakan makanan.

IBU WIY tampak kebingungan mencari buku selawat.

IBU THA yang duduk di sebelahnya langsung memberikan buku.

IBU THA

Silakan dipakai, Bu.

IBU WIY

Lho... nanti Ibu nggak baca?

IBU THA

Saya hafal sedikit-sedikit.

Keduanya tertawa kecil.

Mereka mulai mengobrol hangat.

SCENE 3INT. RUMAH WIY – MALAM

Rumah kayu sederhana.

Wiy sedang melipat pakaian.

Ibunya masuk sambil tersenyum.

IBU WIY

Ibu ketemu perempuan baik sekali tadi.

WIY

Terus?

IBU WIY

Dia punya anak laki-laki.

WIY

Hmm?

IBU WIY

Namanya Tha.

Wiy berhenti melipat baju.

WIY

Tha?

IBU WIY

Iya.

WIY

Namanya kayak judul skripsi.

Ibunya tertawa.

SCENE 4INT. KAMAR THA – MALAM

Tha sedang mengetik naskah.

Laptopnya lemot.

Ibunya masuk membawa teh.

IBU THA

Nak... tadi Ibu ketemu anak perempuan lucu.

THA

Ibu kenapa sekarang suka jadi mak comblang?

IBU THA

Namanya Wiyyah.

Tha berhenti mengetik.

THA

Wiyyah?

IBU THA

Kalau disingkat jadi Wiy.

Tha tersenyum tipis.

THA

Unik juga.

SCENE 5MONTAGE – AWAL SUREL

— Tha menulis surel pertama.

— Wiy membalas sambil tersenyum.

— Hari berganti malam.

— Inbox penuh.

— Mereka tertawa sendiri saat membaca.

THA (V.O.)

“Kamu lucu.”

WIY (V.O.)

“Kamu terlalu serius.”

THA (V.O.)

“Kamu membuatku betah membaca.”

WIY (V.O.)

“Dan kamu membuatku betah menunggu balasan.”

BABAK 2JARAK DAN RINDUSCENE 6INT. KANTOR PENERBIT – MALAM

Ruangan sempit penuh naskah.

Tha bekerja sendirian.

Matanya merah.

RAKA menghampiri.

RAKA

Lo masih di sini?

THA

Deadline.

RAKA

Atau lagi lari dari seseorang?

Tha diam.

SCENE 7EXT. KAMPUNG SEPAKAT – PAGI

Nuansa kampung indah.

Kabut gunung.

Anak-anak bermain layangan.

Wiy berjalan membawa ember.

Tetangga menggoda.

TETANGGA

Wiy! Kapan nikah sama orang surel itu?

Wiy malu.

WIY

Doain aja.

SCENE 8INT. KAMAR WIY – MALAM

Wiy membaca surel dari Tha.

THA (V.O.)

“Kalau serius bekerja adalah bukti cinta, berarti saat ini aku sedang mencintaimu.”

Wiy tersenyum.

Lalu menangis pelan.

SCENE 9EXT. BALAI KAMPUNG – MALAM

Musyawarah kampung berlangsung.

Serius.

Tiba-tiba terdengar suara mendengkur.

Semua menoleh.

WIY tertidur sambil duduk.

Orang-orang tertawa keras.

AYAH WIY memukul meja.

AYAH WIY

Mulai malam ini siapa yang tidur saat rapat wajib pakai warna ungu seminggu penuh!

Semua tepuk tangan.

Wiy menutup wajah malu.

SCENE 10INT. KANTOR THA – TENGAH MALAM

Tha membaca cerita Wiy tentang hukuman warna ungu.

Ia tertawa sampai hampir menangis.

THA

Kampung aneh.

Lalu hening.

Ia melihat foto Wiy di layar laptop.

THA

Aku kangen.

BABAK 3RETAKSCENE 11INT. KAMAR WIY – HUJAN MALAM

Lampu redup.

Suara hujan deras.

Wiy duduk di depan laptop.

Matanya sembab.

Ia mengetik perlahan.

WIY (V.O.)

“Aku merasa semua ini tidak realistis...”

Tangannya gemetar.

WIY (V.O.)

“Kita seperti hidup di dunia fiksi.”

Air mata jatuh ke keyboard.

SEND.

SCENE 12INT. KANTOR THA – PAGI

Tha baru membuka surel.

Ia membaca cepat.

Wajahnya berubah pucat.

THA

Tidak...

Ia terduduk.

Suara kantor perlahan hilang.

Hanya suara napas Tha yang terdengar.

SCENE 13MONTAGE – PERANG SUREL

— Tha membalas cepat.

— Wiy menangis.

— Tha tidak tidur.

— Wiy memandangi hujan.

— Inbox terus masuk.

THA (V.O.)

“Aku masih memperjuangkanmu.”

WIY (V.O.)

“Aku lelah menunggu sesuatu yang tak pasti.”

THA (V.O.)

“Aku nyata untukmu.”

WIY (V.O.)

“Kalau begitu datanglah.”

SCENE 14INT. KAMAR THA – LARUT MALAM

Gelap.

Tha membaca semua surel lama.

Flashback cepat:

— Tawa Wiy.

— Cerita telur.

— Cerita gutel.

— Kata “Hubby”.

— Kata “Habibty”.

Tha menangis diam-diam.

THA

Aku takut kehilanganmu.

BABAK 4KEHILANGANSCENE 15INT. RUMAH WIY – PAGI

Wiy membantu ibunya memasak gutel.

IBU WIY

Kamu masih sayang dia?

Wiy diam.

WIY

Iya.

IBU WIY

Terus kenapa disuruh pergi?

Wiy menangis.

WIY

Karena aku capek berharap.

SCENE 16INT. KANTOR THA – SIANG

Tha melihat pasangan menikah lewat jendela.

RAKA duduk di sebelahnya.

RAKA

Kalau lo serius, pulang.

THA

Aku takut.

RAKA

Yang lo takutin ditolak?

Tha diam.

RAKA

Atau jangan-jangan selama ini lo cuma nyaman mencintai dari jauh?

Kalimat itu menghantam Tha.

SCENE 17INT. KAMAR THA – MALAM

Tha membuka lemari.

Mengambil kemeja biru pemberian Wiy.

Ia memegangnya lama.

Lalu mengambil koper.

THA

Aku pulang.

BABAK 5PULANGSCENE 18MONTAGE – PERJALANAN THA

— Bus melintasi gunung.

— Hujan turun di kaca jendela.

— Tha menggenggam cincin.

— Wiy memasak gutel.

— Matahari tenggelam.

Musik emosional mengalun besar.

SCENE 19EXT. KAMPUNG SEPAKAT – SORE

Mobil sederhana memasuki kampung.

Orang-orang melihat.

Anak-anak berteriak.

ANAK KECIL

Orang kota datang!

Tha turun.

Tangannya dingin.

Ia melihat rumah Wiy dari jauh.

SCENE 20INT. RUMAH WIY – SORE

Wiy duduk gugup.

Tangannya berkeringat.

TOK TOK TOK.

Semua hening.

Ayah Wiy membuka pintu.

THA berdiri bersama keluarganya.

Memakai kemeja biru.

Membawa cincin.

THA

Assalamualaikum.

Wiy langsung menangis.

SCENE 21INT. RUANG TAMU – MENJELANG MAGRIB

Suasana haru.

Tha bicara tegas.

THA

Saya datang bukan membawa janji.

Tha menatap Wiy.

THA

Saya datang membawa kepastian.

Wiy menangis makin keras.

Ibunya ikut menangis.

Ayah Wiy tersenyum.

AYAH WIY

Kalau begitu...

Semua menunggu.

Bersambung... Jika minat, saya bisa buatkan lengkap sampai ending...


CATATAN PRODUKSIKEUNGGULAN FILMDialog puitis dan sangat kuat secara emosional.Minim lokasi sehingga efisien diproduksi.Sangat cocok untuk pasar film romantis Indonesia.Punya identitas unik melalui surel dan budaya kampung.Banyak adegan viral potensial untuk trailer dan TikTok.Bisa dimainkan aktor muda populer.Memiliki nilai religi tanpa terasa menggurui.TARGET EMOSI PENONTONMenangisRinduGemasRelate dengan hubungan LDRMerasa hangatIngin menikahESTIMASI DURASI

115–125 menit

PENUTUP

Film ini bukan sekadar kisah cinta.

Tetapi tentang keberanian seseorang untuk berhenti bersembunyi di balik kata-kata... lalu benar-benar pulang.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)