ACT 1 — MASA KECIL
SCENE 1
INT. KAMAR ANAK – PAGI (FLASHBACK)
Seorang anak perempuan usia 4 tahun berdiri di depan cermin kecil.
Ia memakai gaun murah berwarna biru, terlalu besar untuk tubuhnya.
CINDY KECIL (V.O.)
Namaku Princess Cindy.
Mama bilang aku diberi nama itu agar hidupku seperti seorang putri.
Cindy kecil memutar tubuhnya, membayangkan dirinya Cinderella.
CINDY KECIL (V.O.)
Sejak kecil, aku percaya…
setiap putri punya pangeran.
Ia mengambil buku harian. Di sana tertulis satu nama: PUTRA.
SCENE 2
INT. RUMAH – SORE
Rumah sederhana. Cindy kecil duduk sendiri di ruang tengah.
Ibunya (MAMA) mengepak barang.
CINDY KECIL
Ma… Papa ke mana?
Mama berhenti. Menarik napas.
MAMA
Papa… pergi.
Cindy kecil tidak menangis. Ia hanya diam.
CINDY KECIL (V.O.)
Papa pergi sebelum aku sempat mengenalnya.
SCENE 3
INT. RUMAH BARU – MALAM (BEGITU MENIKAH)
Rumah lebih besar. Cindy kini usia 9 tahun.
AYAH TIRI tersenyum di depan tamu.
Begitu tamu pergi, wajahnya berubah dingin.
AYAH TIRI
Kamu. Masuk kamar. Jangan keluar kalau ada tamu.
Cindy menurut.
SCENE 4
INT. KAMAR – MALAM
Cindy kecil duduk di pojok kamar, memeluk lutut.
CINDY KECIL
(berbisik)
Putra… nanti bawa aku pergi ya.
Ia menatap ruang kosong.
Seolah seseorang ada di sana.
PUTRA (IMAJINASI)
Aku jagain kamu, Cindy.
Cindy tersenyum kecil.
SCENE 5
INT. RUMAH – SIANG
Dua SAUDARI TIRI menatap Cindy dengan sinis.
SAUDARI TIRI 1
Ih, makhluk jadi-jadian.
SAUDARI TIRI 2
Jelek.
Cindy menunduk.
SCENE 6
EXT. SAWAH – SIANG
Cindy (9), RANI, RINA, dan ARA berlari di tengah sawah.
Mereka tertawa, lalu berhenti di sebuah SAUNG kecil.
Cindy menulis di buku besar.
RANI
Puisinya bagus, Cin.
Rani menemukan puisi bertuliskan nama PUTRA.
RANI
Putra itu siapa?
CINDY
Pangeranku.
RANI
Kamu kenal dari mana?
CINDY
Dari Tuhan.
Rani diam. Tidak menertawakan.
SCENE 7
EXT. SAWAH MENUJU HUTAN – SIANG
Cindy berlari lebih jauh.
CINDY
Aku ngerasa Putra ada di tempat yang banyak pohonnya… ada airnya.
RANI
Aku tahu tempatnya.
RINA berhenti.
RINA
Aku gak mau. Banyak laba-laba.
Mereka akhirnya berbalik.
SCENE 8
INT. DAPUR – SORE
Cindy membuka lemari. Kosong.
Ia menemukan MIE INSTAN.
Ia memasak dan makan perlahan.
Pintu terbuka keras.
Ayah tiri masuk.
AYAH TIRI
SIAPA YANG MAKAN MIE?!
CINDY
Aku… aku lapar.
Ayah tiri mengamuk.
SCENE 9
INT. RUMAH – MALAM
Teriakan. Tetangga berkumpul.
Ayah tiri melempar asbak kaca ke arah Mama.
Mama menangis.
AYAH TIRI
Dia bukan anakku!
Cindy gemetar.
SCENE 10
EXT. RUMAH – MALAM
BU ELIN memeluk Cindy, memberikan bungkusan.
BU ELIN
Kalau laper, ke rumah Ibu ya.
Cindy menangis di pelukannya.
SCENE 11
INT. KAMAR – MALAM
Cindy sendirian.
Botol minyak wangi di tangannya.
Ia menenggak. Muntah.
Mama masuk.
MAMA
Kenapa kamu begini terus?!
Mama pergi.
Cindy terisak.
SCENE 12
EXT. RUMAH RANI – MALAM
Cindy dan Rani duduk.
Rani mengeluarkan pecahan kaca.
RANI
Liat nih.
Rani menggores jarinya. Berdarah.
CINDY
Eh jangan!
Cindy ikut menggores jarinya.
Mereka tertawa di tengah luka.
SCENE 13
INT. RUMAH RANI – MALAM
Televisi menyala. Anak-anak tertawa.
RANI
Kamu sukanya siapa?
CINDY
Aku suka Harry Potter.
Aku mau jadi penulis hebat.
Cindy menatap poster di dinding.
Matanya berbinar untuk pertama kalinya.
SCENE 14
INT. KAMAR CINDY – MALAM
Cindy menulis di buku.
CINDY (V.O.)
Jika dunia ini kejam…
maka aku akan menciptakan duniaku sendiri.
Ia menulis satu nama lagi:
PUTRA
FADE OUT.