Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Dersik
Suka
Favorit
Bagikan
5. Bagian #5

INT. RUMAH ELEA - KAMAR BAPAK — SORE

Elea menatap ayahnya yang sedang terbaring lemah karena stroke. Ibu dengan sabar menyuapi Bapak.

IBU

Kau tidak usah khawatir. Ibu sudah baikan, hari ini Ibu sudah buka warung lagi. Selesaikan saja skripsimu dan nggak usah mikir macem-macem.

ELEA

Iya, Bu.

Elea meninggalkan kamar. Tepat pada saat itu, ponselnya berbunyi.

MINDA (OS.)

Elea, kamu di mana?

ELEA

Masih di rumah, Kak. Ada apa?

MINDA (OS.)

Ke sini cepat. Ada polisi di sini.

ELEA

Hah? Polisi? Ada apa?


MINDA (OS.)

Mereka mencari seorang pria, umur lima delapan tahun. Namanya Ardan. Ciri-cirinya seperti orangtua yang kau bilang selalu datang malam-malam.

ELEA

Hah???

MINDA (OS.)

Stop hah hoh hah hoh. Cepetan ke sini.

ELEA

I... Iya, Kak.

Elea gemetaran. Ia duduk di kursi terdekat. Tangannya mengeluarkan ponsel yang ditemukannya semalam. Ponsel itu diatur dengan mode diam, jadi ia tak mendengar apa pun saat ada telepon atau pesan masuk. Untungnya ponsel itu tidak dikunci. Elea melihat puluhan panggilan tak terjawab, belasan pesan SMS, dan lebih banyak lagi pesan Whatssapp. Ada pesan yang disematkan di Whatsapp. Nama kontaknya "Putriku". Elea membukanya dengan jemari bergetar.

BCU - layar ponsel Ardan, menunjukkan chat WA dengan "Putriku".

"Papa pikir dengan semua harta yang kita punya, kita bisa mengisi kekosongan dalam hidup kita semenjak mamamu tiada. Tapi ternyata, apa yang Papa lakukan malah memupuskan masa depanmu. Maafkan, Papa."

Putriku membalas beberapa kali tetapi tak direspon lagi--saat itulah mungkin ponselnya sudah tertinggal di kafe.

"Ada apa, Pa?"

"Pa, pulang, Pa."

"Papa di mana?"

"Papa?Jawab, Pa!"

Lalu puluhan panggilan tak terjawab melalui Whatsapp.

END FLASHBACK

FADE OUT



Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)