49 Tunggu—
50 Yang Mulia harus selalu ada di sisiku!
51 Saya memohon ampun.
52 Anda tidak merespons permintaan maafku tadi. Apa aku. . . sungguh tidak dimaafkan?
53 Diam. Jangan manja.
54 Lucien Mortensen, putra bungsu Walikota Grande. Iblis keturunan pejabat, meminta untuk menjadi kesatria yang menjaga putriku? Tahukah kau seberapa besar kekacauan yang pernah diakibatkan oleh bangsamu di kerajaan ini? Menjebak dan menculik para manusia, menghancurkan lahan, berulang kali upaya sabotase terhadap sistem kerajaan. Kita semua tahu bahwa karena itulah, muncul aturan budaya dalam Kerajaan Berlan sejak ratusan tahun, iblis dilarang menginjakkan kaki di tanah para manusia. Katakan, bagaimana aku bisa yakin bahwa kau bukanlah pion yang berpura-pura suci?
55 Jiwa saya memang terlahir berdarah-darah. Saya bukanlah makhluk suci seperti para bangsawan Berlan. Namun, Paduka Yang Mulia Ratu Giselle telah mengajarkan saya berbagai hal: kebaikan, ketulusan, kasih sayang. Oleh karena itu, saya ingin membalas budi. Jadi, saya mohon, Paduka Yang Mulia.
56 Apa kamu percaya anak muda ini, Putri Kesayanganku?
57 Baiklah.
58 Lucien Mortensen, kuberi kau satu kesempatan. Satu kali pengkhianatan, maka semuanya berakhir. Hari pengucapan sumpahmu adalah besok.
59 Bukan bermaksud lancang, tetapi saya mohon. . . rahasiakan kisah masa kecil saya dari mereka, Tuan Putri.