Cuplikan Chapter ini
Malam itu rumah terasa lebih gelap dari biasanyaLampu kuning redup di koridor lantai atas berkedip sesekali seolah listriknya ikut ketakutanMaya duduk di tepi ranjang sambil masih mengenakan kaus tipis yang sama dari sore tadi Kaus itu sekarang lengket karena keringat dingin dan sisa basah di antara pahanya Rian tidur di sofa ruang tamu bawah dengan pintu kamar utama sengaja dibiarkan terbuka lebar agar dia bisa mendengar kalau Maya memanggilMaya tidak bisa tidur Setiap kali memejamkan