Cuplikan Chapter ini
Sore itu saat jam sudah pukul 1820 hujan deras mengguyur Kota tanpa ampun Air meluap dari selokan belakang rumah membawa hanyut mahkota melati yang layu dari pohon tua yang menjaga halamanMaya berdiri terpaku di teras memeluk tubuhnya sendiri Angin dingin yang menyusup lewat celah jendela kayu seolah membawa sisa-sisa bisikan dari malam sebelumnyaDi dalam Rian tampak gelisah Dia berjalan mondar-mandir di ruang tamuBuku itu tergeletak terbuka di atas meja kayu jati memamerkan s